Labura, Bencana.co.id- Aliansi Mahasiswa Masyarakat Brangir (AMMBER) mendesak pihak Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PTPN IV Kebun Brangir untuk lebih teliti dalam menerima Tandan Buah Segar (TBS). Desakan ini muncul menyusul dugaan pemanenan buah mentah di Afdeling 2 dan Afdeling 3 pada Jumat (24/7/2026) lalu.
Ketua AMMBER, Paris Harahap, S.H., M.H, mengatakan meskipun Kebun dan PKS berada dalam satu lokasi, keduanya sudah memiliki manajemen yang berbeda. Sehingga PKS memiliki kewenangan penuh untuk menolak TBS yang tidak memenuhi syarat.
“Kebun dan PKS ini satu pagar tapi beda nahkoda. Jangan sampai PKS jadi tempat pembuangan buah mentah dari Kebun. Sesuai Permentan No. 01 Tahun 2018 dan SOP PalmCo, PKS wajib menolak TBS yang belum matang,” tegas Paris, Minggu (27/7/2026).
Paris menjelaskan, penerimaan buah mentah di PKS berdampak langsung pada penurunan rendemen CPO dan merugikan negara. Ia meminta Manager PKS Kebun Brangir menegakkan SOP penolakan di jembatan timbang secara ketat.
“Kami minta PKS Brangir jadi garda terdepan. Kalau di timbang sudah ditolak, otomatis Kebun tidak akan berani lagi panen buah mentah. Ini demi menyelamatkan BUMN dan menjaga nama baik PTPN IV,” ujarnya.
AMMBER juga mendorong dibentuknya pos pengawasan bersama antara Dinas Perkebunan, pihak PKS, dan masyarakat di area timbangan. Selain itu, pihaknya juga meminta agar GM Regional II dan Direktur PalmCo agar melakukan audit terhadap proses penerimaan TBS di PKS Brangir.
“Kalau PKS tegas, masalah ini selesai. Tapi kalau PKS membiarkan, maka PKS juga ikut bertanggung jawab atas kerugian negara,” pungkasnya.
Menanggapi desakan tersebut, Dolly Manager PKS PTPN IV Brangir ketika di konfirmasi lewat pesan mengatakan. Senin 27/7/2026.
” Izin bg untuk kebijakan panen itu adalah fungsi pengawasan tim kebun bg, kami PKS sifatnya hanya menerima dan melakukan sortasi terhadap TBS kebun yang masuk dan membuat laporan hasil sortasi ke pihak distrik dan kantor regional, Untuk tbs mentah ini sudah kita lakukan Sortasi secara langsung dan disaksikan oleh tim pengawas dari kebun bg,” ujarnya. (Tim- Redaksi)