banner 320x100 banner 150x135 banner 150x135 banner 150x135 banner 150x135

Didesak Dicopot! Warga Nilai Manager PTPN IV Brangir Seto Gagal Pimpin dan Bungkam

Labura, Bencana.co.id – Polemik dugaan pemanenan buah kelapa sawit mentah di PTPN IV Regional II Kebun Brangir semakin memanas. Puncaknya, warga dan Aliansi Mahasiswa Masyarakat Brangir (AMMBER) mendesak Manager Kebun PTPN IV Brangir, Seto untuk dicopot dari jabatannya dan segera dievaluasi oleh PTPN IV Regional II. Desakan ini muncul karena hingga kini yang bersangkutan belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan praktik pemanenan yang merugikan negara tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Jumat (24/7/2026) warga menyorot adanya pemanenan buah sawit di Afdeling 2 dan Afdeling 3 yang diduga belum matang. Ciri-cirinya buah masih berwarna hitam, brondol belum jatuh, dan diduga dilakukan karena tekanan target produksi.

Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Manager Seto tidak memberikan jawaban. Begitu juga dengan Humas PTPN IV Brangir. Sikap bungkam ini yang memicu kekecewaan warga.

” Seorang pimpinan BUMN harusnya jadi contoh. Kalau ada masalah di kebun, wajib turun dan jelaskan ke masyarakat. Ini malah bungkam. Berarti tidak pantas lagi memimpin perusahaan negara,” ujar salah seorang warga minta identitas dirahasiakan, Sabtu 25/7/2026.

Pimpinan aksi yang akan di gelar dari AMMBER, Paris Harahap, S.H., M.H menegaskan pihaknya akan menjadikan evaluasi terhadap Manager Seto sebagai salah satu tuntutan utama dalam aksi damai yang akan digelar.

” Kami mendesak Direksi PTPN IV dan PTPN IV Regional II segera mengevaluasi dan mencopot Manager Kebun Brangir. Alasannya jelas: pertama, diduga gagal mengawasi dan membiarkan adanya pemanenan buah mentah. Kedua, tidak ada keterbukaan dan mengabaikan aspirasi masyarakat,” tegas Paris, Sabtu (25/7/2026).

Menurut Paris, jika dugaan panen buah mentah itu benar terjadi atas perintah pimpinan, maka hal itu sudah mencederai prinsip Good Agriculture Practices dan merugikan keuangan negara karena rendemen CPO bisa turun 3-5%.

” Ini BUMN milik rakyat. Jangan sampai karena satu orang, nama baik PTPN IV jadi tercoreng. Copot segera sebelum kerusakan makin besar,” tambahnya.

Warga berharap PTPN IV Regional II segera turun tangan melakukan audit internal dan memberikan sanksi tegas jika terbukti ada pelanggaran. Hingga berita ini dipublikasikan, Bencana.co.id masih berupaya meminta hak jawab dari Manager Kebun Seto dan PTPN IV Regional II terkait desakan pencopotan ini. (Tim- redaksi)

Anda mungkin juga menyukai :