Labura, Bencana.co.id – Aliansi Mahasiswa Masyarakat Brangir (AMMBER) menolak ajakan pertemuan tertutup dari pihak Humas Kebun PTPN IV Brangir.
Penolakan itu disampaikan menyusul adanya pesan WhatsApp dari MA Pakpahan selaku Humas Kebun Berangir yang mengajak Ketua AMMBER Paris Harahap, S.H., M.H untuk bertemu secara non-formal.
Dalam pesan yang diterima Senin, (27/7/2026), MA Pakpahan menulis,
“ Pagi bro..dimana kita bisa ketemu.. Mau cerita, Enak sebelum hari kamis..kt ketemu..karena kamis malam saya mau dinas…ke medan. Ini ad informasi bagus.makanya ab mau menyampaikan sama awak….bukan masalah demo atau yg lain..”
Menanggapi hal itu, Paris menegaskan bahwa AMMBER terbuka untuk berdialog. Namun pertemuan harus dilakukan secara resmi, transparan, dan terdokumentasi.
“Kami hargai niat baik Pak Humas Tapi karena ini menyangkut kepentingan publik dan BUMN, maka setiap pertemuan harus ada surat undangan resmi, ada agenda jelas, dan boleh dihadiri media. Kami tidak bisa melakukan pertemuan tertutup 4 mata,” tegas Paris, Senin (27/7/2026).
Menurut Paris, ajakan bertemu menjelang aksi damai 30 Juli 2026 terkesan ingin meredam isu dugaan panen buah mentah di Afdeling 2 dan 3. Padahal AMMBER masih menunggu jawaban tertulis dari pihak kebun.
” Kami tidak anti dialog. Justru kami yang pertama minta audit dan pos pengawasan bersama. Tapi dialog itu harus di meja resmi, bukan di warung kopi. Ini soal uang negara dan kredibilitas PTPN IV,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Humas Kebun Berangir MA Pakpahan belum memberikan konfirmasi lebih lanjut terkait permintaan pertemuan resmi dari AMMBER.
AMMBER memastikan aksi damai pada 30 Juli 2026 tetap berjalan sesuai rencana jika tidak ada itikad baik dari pihak Kebun dan PKS untuk menyelesaikan persoalan secara terbuka. (Tim- redaksi)