Singkawang, Bencana.co.id — Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Dewan Pimpinan Pusat Mangkok Merah Borneo Bersatu (MMBB) menyerukan agar makna kemerdekaan tidak berhenti pada seremoni, tetapi benar-benar diwujudkan dalam kehidupan seluruh warga negara., Pada Khamis ( 13-Agustus-2026 ).
MMBB menilai kemerdekaan harus dimaknai secara menyeluruh, tidak hanya terbebas dari penjajahan, tetapi juga menghadirkan kemerdekaan ekonomi, politik, sosial dan budaya bagi seluruh rakyat Indonesia.
Pesan tersebut disampaikan Panglima Tertinggi MMBB Marselinus Mian, S.E., M.M., dan Presiden MMBB Diseniman Sanggup, S.H., dalam momentum peringatan HUT RI ke-81.
Menurut MMBB, 81 tahun kemerdekaan merupakan momentum penting untuk melakukan refleksi terhadap perjalanan bangsa sekaligus melihat kembali apakah cita-cita kemerdekaan telah benar-benar dirasakan seluruh masyarakat, termasuk masyarakat yang masih berada dalam kondisi ekonomi sulit dan keterbatasan akses pembangunan.
PANGLIMA TERTINGGI MMBB: MAKNA BENDERA BORNEO RAYA
Sebelum menyampaikan pesan kebangsaan mengenai kemerdekaan, Panglima Tertinggi MMBB Marselinus Mian, S.E., M.M., menyampaikan pandangannya mengenai Bendera Borneo Raya yang dikibarkan dalam konteks ekspresi identitas dan penghormatan terhadap masyarakat adat Dayak.
Menurut Marselinus, keberadaan Bendera Borneo Raya tidak semata-mata harus dipandang sebagai simbol wilayah, tetapi juga sebagai bagian dari ekspresi budaya, identitas, sejarah dan penghormatan terhadap perjuangan masyarakat adat.
“Bendera Borneo Raya bagi kami bukan hanya simbol wilayah, tetapi lambang persatuan, harga diri dan perjuangan masyarakat Dayak dalam menjaga marwah, identitas serta hak-hak kami sebagai putra daerah di tanah sendiri. Bendera ini mengingatkan kita pada sejarah, perjuangan leluhur dan komitmen untuk terus memperjuangkan keadilan, kesejahteraan serta pengakuan terhadap hak dan budaya.”
Marselinus menegaskan, pengibaran Bendera Borneo Raya yang dimaksud MMBB merupakan bentuk ekspresi kecintaan terhadap Tanah Borneo sekaligus penghormatan terhadap sejarah dan perjuangan masyarakat Dayak.
“Kami mengibarkan Bendera Borneo Raya sebagai bentuk kecintaan kepada Tanah Borneo, sebagai penguat persaudaraan lintas suku dan sebagai tekad bersama untuk membangun Borneo yang maju, bermartabat dan sejahtera dalam bingkai NKRI.”
Ia menekankan bahwa semangat tersebut bukan dimaksudkan untuk memecah persatuan bangsa, melainkan menjadi bagian dari upaya menjaga identitas budaya sekaligus memperkuat persaudaraan dan kecintaan terhadap Indonesia.
Menurutnya, penghormatan terhadap identitas budaya dan sejarah masyarakat adat harus berjalan beriringan dengan komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Tidak ada yang salah dengan ekspresi budaya sepanjang dilakukan secara bertanggung jawab dan tetap menghormati hukum, persatuan serta keutuhan NKRI.”
DISENIMAN SANGGUP: KEMERDEKAAN HARUS DIRASAKAN SELURUH RAKYAT
Sementara itu, Presiden MMBB Diseniman Sanggup, S.H., menegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia harus dirasakan secara nyata oleh seluruh warga negara.
Ia menyoroti masih adanya masyarakat yang hidup dalam keterbatasan ekonomi dan belum sepenuhnya mendapatkan akses yang layak terhadap pendidikan, kesehatan, pekerjaan, pembangunan infrastruktur maupun kesempatan untuk meningkatkan taraf hidup.
“Pemerintah harus memperhatikan WNI yang masih terbelakang karena ekonomi sulit. Kemerdekaan jangan hanya dirasakan oleh sebagian masyarakat, tetapi harus benar-benar dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia.”
Menurut Diseniman, pembangunan nasional harus mampu mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi. Kebijakan pemerintah juga harus menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, terutama kelompok masyarakat kecil dan mereka yang masih berada dalam kondisi rentan.
“Kebijakan yang pro rakyat secara langsung harus diprioritaskan. Setiap kebijakan pemerintah harus memberikan manfaat nyata bagi rakyat, bukan hanya menjadi program di atas kertas.”
KEMERDEKAAN EKONOMI
MMBB menilai kemerdekaan ekonomi merupakan bagian penting dari cita-cita kemerdekaan.
Masyarakat, menurut MMBB, harus memiliki kesempatan yang adil untuk memperoleh pekerjaan, mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan serta mendapatkan akses terhadap sumber-sumber ekonomi.
Pemerintah didorong untuk terus memperkuat pemberdayaan masyarakat, UMKM, sektor pertanian, perkebunan, perikanan, ekonomi kreatif serta berbagai sektor produktif lainnya.
Bagi MMBB, rakyat tidak boleh hanya menjadi penonton dalam pembangunan ekonomi, tetapi harus menjadi pelaku sekaligus penerima manfaat utama pembangunan.
KEMERDEKAAN POLITIK
Dalam bidang politik, MMBB menyerukan agar demokrasi memberikan ruang yang luas bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan melakukan kontrol sosial.
Kritik terhadap pemerintah, menurut MMBB, merupakan bagian dari dinamika demokrasi selama disampaikan secara bertanggung jawab dan sesuai dengan ketentuan hukum.
Pemerintah juga diminta memastikan setiap kebijakan publik benar-benar disusun berdasarkan kepentingan masyarakat luas, bukan hanya kepentingan kelompok tertentu.
KORUPSI HARUS DIBERANTAS
Diseniman juga menyoroti persoalan korupsi yang dinilai menjadi salah satu hambatan dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat.
Menurutnya, uang negara merupakan uang rakyat yang harus digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat.
“Korupsi harus menjadi perhatian serius dan diberantas. Jangan sampai uang rakyat yang seharusnya digunakan untuk pembangunan dan kesejahteraan justru disalahgunakan. Pemerintahan yang bersih, transparan dan bertanggung jawab adalah bagian dari cita-cita kemerdekaan.”
MMBB mendorong penguatan transparansi, pengawasan dan penegakan hukum dalam pengelolaan keuangan negara maupun daerah.
KEMERDEKAAN SOSIAL DAN BUDAYA
Selain ekonomi dan politik, MMBB menilai kemerdekaan juga harus diwujudkan dalam kehidupan sosial dan budaya.
Setiap warga negara berhak hidup bermartabat, mendapatkan perlakuan yang adil serta bebas dari diskriminasi.
Dalam bidang kebudayaan, MMBB mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga dan melestarikan budaya daerah sebagai bagian dari identitas bangsa.
Keberagaman suku, bahasa, adat istiadat dan kebudayaan Indonesia harus menjadi kekuatan untuk memperkokoh persatuan.
Bagi masyarakat Borneo, pelestarian budaya Dayak dan budaya masyarakat lainnya merupakan bagian dari upaya menjaga warisan leluhur agar tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.
“MERDEKA BUKAN HANYA BEBAS DARI PENJAJAHAN”
MMBB menegaskan bahwa kemerdekaan memiliki makna yang jauh lebih luas.
Kemerdekaan harus berarti terbebas dari kemiskinan, keterbelakangan, ketidakadilan dan berbagai bentuk kesulitan yang menyebabkan sebagian masyarakat belum dapat menikmati kehidupan yang layak.
Karena itu, MMBB meminta pemerintah menjadikan kepentingan rakyat sebagai prioritas utama dalam setiap kebijakan.
Pemerataan pembangunan, pemberantasan korupsi, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, penciptaan lapangan kerja serta perlindungan terhadap masyarakat yang masih tertinggal harus menjadi bagian dari agenda pembangunan nasional.
AJAK MASYARAKAT JAGA PERSATUAN
Marselinus Mian dan Diseniman Sanggup juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mengisi kemerdekaan dengan persatuan, kerja keras dan kepedulian terhadap sesama.
MMBB menegaskan bahwa keberagaman Indonesia harus dirawat bersama.
Perbedaan identitas, budaya maupun pandangan tidak boleh menjadi alasan untuk saling memecah belah.
Sebaliknya, perbedaan harus menjadi kekuatan untuk membangun Indonesia yang lebih maju, adil dan sejahtera.
“Mari kita jaga Indonesia bersama. Kemerdekaan adalah hasil perjuangan para pahlawan yang harus kita isi dengan kerja nyata, persatuan dan kepedulian terhadap rakyat. Jangan sampai masih ada masyarakat yang merasa belum merdeka karena kemiskinan, ketidakadilan atau keterbelakangan.”
Pada akhirnya, MMBB berharap peringatan HUT RI ke-81 tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan.
MMBB menyerukan kemerdekaan ekonomi, politik, sosial dan budaya untuk seluruh warga negara Indonesia.
Kemerdekaan, menurut MMBB, harus hadir dalam kehidupan nyata: ketika rakyat memiliki kesempatan ekonomi, mendapatkan keadilan, memperoleh pelayanan publik yang layak, bebas menyampaikan aspirasi, serta mampu mempertahankan dan mengembangkan identitas budaya dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81.
“MERDEKA DALAM EKONOMI, POLITIK, SOSIAL DAN BUDAYA UNTUK SELURUH RAKYAT INDONESIA.”
Pewarta : EDI-BC78