banner 320x100 banner 150x135 banner 150x135 banner 150x135 banner 150x135

Gawe Dayak Naik Dango XXVI Singkawang: Momentum Pelestarian Budaya dan Dongkrak Ekonomi Daerah

SINGKAWANG, Bencana.co.id – Perhelatan akbar Gawe Dayak Naik Dango Kota Singkawang ke-XXVI resmi dibuka pada Rabu (27/5/2026). Acara tahunan ini menjadi potret nyata harmoni budaya, di mana ritual adat yang sakral bersanding apik dengan semangat toleransi dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Kemeriahan pembukaan acara ini turut dihadiri oleh deretan pejabat tinggi dan tokoh lintas sektoral. Kehadiran mereka menegaskan dukungan penuh Pemerintah terhadap pelestarian adat di Kota Singkawang. Para tamu undangan yang hadir di antaranya:

• ​Y. Anthonius R., S.E., M.Si (Asisten I Pemerintahan dan Kesra Sekda Provinsi Kalbar).
• ​Tjhai Chui Mie, S.E., M.H (Wali Kota Singkawang).
• ​Muhammadin, S.E., M.H (Wakil Wali Kota Singkawang).
• ​AKBP Dody Yudianto Arruan, S.I.K (Kapolres Singkawang).
• ​Letkol Arh Muhammad Ivan Juniar, S.I.P (Dandim 1202/SKW).
• ​Serta unsur Forkopimda, tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat lainnya.

Rangkaian agenda dimulai sejak pagi dengan Ritual Adat Panyangahatn dan aksi sosial cek kesehatan gratis. Sore harinya, suasana khidmat menyelimuti Misa Pembukaan yang dipimpin oleh RP. Frederick Samri, OFMCap., didampingi para pastor dari Paroki Santo Fransiskus Assisi Singkawang dan Paroki Nyarumkop, sebagai wujud ucapan syukur yang mendalam atas berkat panen yang melimpah.

banner 500x350

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, menyebut kota ini sebagai miniatur Indonesia. Beliau mengapresiasi pelaksanaan Gawe Dayak yang tahun ini berdekatan dengan hari raya Idul Adha.

​”Ini adalah bukti kuatnya toleransi di Singkawang. Pemerintah berkomitmen menggelar minimal 12 event budaya setahun demi menghidupkan sektor pariwisata, perhotelan, hingga UMKM,” ungkapnya.

Ketua Panitia, Andreas Aan, S.Ak., menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar seremoni. Ia mengajak generasi muda Dayak untuk memaknai simbol budaya seperti Mandau dan tarian tradisional sebagai doa dan amanat leluhur yang harus dijaga.

​Dari sisi ekonomi, panitia memasang target tinggi untuk kesejahteraan warga lokal:
• ​Target Perputaran Ekonomi: Rp1,75 Miliar selama lima hari (27–31 Mei).
• ​Fasilitasi UMKM: Memberikan ruang bagi pedagang kecil dan jasa lokal untuk meraup keuntungan dari kunjungan wisatawan.

Acara malam pembukaan ditutup dengan pemukulan gong sakral, pesta kembang api, dan panggung hiburan yang menghadirkan Anggi Lay serta Tino Amee, menandai dimulainya pesta budaya rakyat yang mandiri dan toleran.

Johannes Sitorus

Anda mungkin juga menyukai :