banner 336x280

Oknum Security PTPN IV Kebun Berangir, Tampar AD Warga Kampung Berangir

Oplus_16908288

Labura, Bencana.co.id – Diduga oknum security PTPN IV Kebun Berangir Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) lakukan kekerasan fisik terhadap Warga Kampung Berangir Kecamatan NA IX-X Kabupaten Labuhanbatu Utara.

banner 500x350

Pasalnya hingga kini, inisial AD (Korban) masih trauma dengan tamparan keras di pipi sebelah kananya oleh oknum security yakni BC yang merupakan warga Kampung Berangir Kecamatan NA IX-X Kabupaten Labuhanabatu Utara, masih sekampung dengan tempat tinggal AD.

Kejadian bermula, saat di tempat kejadian perkara (TKP) AD di amankan seorang security yakni D, lantaran AD kedapatan diduga mengambil tandan buah segar (TBS) sebanyak 4 janjang, Minggu (11/1/2026).

” Iya om, aku mendapat kekerasan fisik di tampar BC security, atas tamparan keras itu pipi saya sebelah kanan terasa sakit hingga susah makan, dan aku trauma,” pungkasnya.

Ditempat terpisah, IM yang merupakan orang tua dari AD ketika di konfirmasi terkait kekerasan yang menimpa anaknya mengatakan pada Wartawan, Minggu (11/1/2026).

”  Ini tidak bisa di biarkan, dan saya tidak terima atas perlakuan kekerasan itu, kalau anak saya salah silahkan di Hukum sesuai Hukum yang berlaku di Negara kita ini, jangan main kasar sampai menampar anak saya.

Masalah ini akan saya lanjutkan kejalur  Hukum dan ini akan saya laporkan, biar jangan jadi kebiasaan hingga menjadi efek jera, karena saya saja tidak pernah menampar anak saya seperti itu,” tegasnya dengan kesal.

Menanggapi hal ini, Oknum security PTPN IV Perkebunan Berangir Baccan ketika di konfirmasi awak media melalui via telpon seluler mengatakan. Minggu (11/1/2026).

” Tidak ada ku pukul dia, kalaupun ada ku pukul uda pala bonyok itu, terkait mereka itu buah sudah di rondok kan, namun bukan aku yang mengamankan mereka melainkan kawan jaga ku Dicky, aku hanya di kabari oleh nya dan datang lah aku ke tempat kejadian perkara (TKP),” akunya.

Hingga berita ini di kirim ke meja redaksi pihak manager kebun belum dapat terkonfirmasi. (Paris Harahap, S,H)

Anda mungkin juga menyukai :