banner 320x100 banner 150x135 banner 150x135 banner 150x135 banner 150x135

Imigrasi Singkawang Perkuat Sinergi Lintas Instansi Melalui Rakor TIMPORA

SINGKAWANG, Bencana.co.id – Seiring dengan pesatnya perkembangan investasi dan pariwisata di Kota Singkawang, pengawasan terhadap warga negara asing (WNA) menjadi prioritas utama. Menanggapi hal tersebut, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Singkawang menggelar Rapat Koordinasi Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) di Swiss-Belinn pada Kamis (7/5/2026).

​Langkah strategis ini diambil untuk memastikan bahwa keterbukaan kota terhadap dunia luar tetap selaras dengan stabilitas keamanan daerah.

​Sekretaris Daerah Kota Singkawang, Dwi Yanti, dalam sambutannya menekankan bahwa daya tarik Singkawang sebagai kota toleran dan pusat budaya telah meningkatkan mobilitas internasional, terutama pasca pengembangan Bandara Singkawang.

​”Singkawang sangat terbuka bagi investor dan wisatawan mancanegara. Namun, keterbukaan ini wajib dibarengi dengan pengawasan yang ketat demi menjaga ketertiban umum,” tegas Dwi Yanti.

​Ia juga menggarisbawahi beberapa poin penting terkait teknis pengawasan di lapangan:
1.​ Tanggung Jawab Kolektif: Pengawasan WNA bukan hanya beban Imigrasi, melainkan kolaborasi lintas instansi.

banner 500x350

2. ​Peran Masyarakat: Pemilik penginapan dan warga diimbau segera melapor jika menemukan aktivitas WNA yang mencurigakan atau menyalahi izin tinggal.

3. ​Pendekatan Humanis: Meski tegas dalam aturan, pengawasan harus tetap menghormati adat istiadat dan budaya lokal.

Senada dengan Sekda, Kabid Penegakan Hukum dan Kepatuhan Internal Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kalimantan Barat, Azriyal Zam menyatakan bahwa TIMPORA merupakan “garda terdepan” dalam menjaga kedaulatan wilayah.

​Menurut Azriyal, status Singkawang sebagai destinasi unggulan nasional membawa dua sisi mata uang: pertumbuhan ekonomi yang positif dan potensi pelanggaran keimigrasian yang harus diantisipasi.

​”Kita memerlukan sistem yang terintegrasi. TIMPORA bukan sekadar wadah kumpul, tapi sarana pertukaran informasi dan deteksi dini agar setiap dinamika di lapangan bisa direspons dengan cepat,” ungkap Azriyal.

Johannes Sitorus

Anda mungkin juga menyukai :