PANGANDARAN, Bencana.co.id – Di tengah berbagai polemik yang berkembang terkait operasional Badan Gizi Nasional (BGN) dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Mitra SPPG Kedungwuluh 2 tetap menunjukkan komitmennya untuk mendukung keberlangsungan program pemerintah yang menyasar para pelajar dan kelompok penerima manfaat lainnya.
Saat sejumlah mitra di berbagai daerah memilih menghentikan sementara operasional karena belum cairnya dana bantuan operasional, Mitra SPPG Kedungwuluh 2 justru mengambil langkah berbeda. Mereka memastikan distribusi makanan bergizi kepada penerima manfaat tetap berjalan sebagaimana mestinya.
Pihak mitra mengaku siap menggunakan dana pribadi terlebih dahulu demi menjaga keberlanjutan program tersebut. Langkah ini diambil agar para penerima manfaat tidak kehilangan hak mereka untuk memperoleh makanan bergizi yang telah menjadi bagian dari program nasional.
“Kami tetap berkomitmen mendukung Program Makan Bergizi Gratis. Meskipun saat ini ada kendala terkait pencairan dana, distribusi kepada penerima manfaat harus tetap berjalan. Untuk sementara kami siap menggunakan dana pribadi agar pelayanan tidak terhenti,” ungkap salah satu perwakilan mitra.
Menurutnya, keberlangsungan program tidak hanya menyangkut penerima manfaat, tetapi juga melibatkan banyak pihak yang selama ini menjadi bagian dari rantai pasok, mulai dari petani, peternak, pelaku UMKM, hingga para pemasok bahan pangan lokal.
Mitra SPPG Kedungwuluh 2 juga menilai bahwa informasi mengenai penghentian operasional yang beredar belakangan ini belum disertai dengan edaran resmi yang bersifat mengikat. Sejauh yang mereka pahami, arahan yang diterima masih berupa imbauan dan disampaikan secara mendadak.
“Kami memahami situasi yang sedang berkembang. Namun sampai saat ini kami belum menerima edaran resmi yang mewajibkan penghentian operasional. Jika seluruh kegiatan langsung dihentikan, banyak pemasok yang sudah terlanjur menyiapkan barang dan tentu berpotensi mengalami kerugian,” jelasnya.
Mereka menambahkan, berbagai pesanan bahan pangan telah dilakukan jauh hari sebelumnya. Apabila distribusi dibatalkan secara mendadak, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh mitra pelaksana, tetapi juga para supplier lokal yang menggantungkan pendapatannya dari program tersebut.
Karena itu, Mitra SPPG Kedungwuluh 2 memilih tetap menjalankan kegiatan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian sambil menunggu kejelasan dan kebijakan resmi dari pihak terkait.
Di tengah dinamika yang terjadi, komitmen tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis yang selama ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus menggerakkan roda perekonomian lokal melalui keterlibatan berbagai pelaku usaha di daerah.
Mitra berharap persoalan administrasi dan pendanaan yang saat ini menjadi perhatian dapat segera menemukan solusi, sehingga pelaksanaan program dapat berjalan lebih optimal dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat. (Red/Rhiena)