Labusel, Bencana.co.id – Oknum anggota DPRD Kabupaten Labuhanbatu Selatan berinisial IS membantah dirinya sebagai penanggung jawab operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Silangkitang yang saat ini disorot warga karena lokasinya berdekatan dengan kandang kambing.
Bantahan itu disampaikan IS kepada wartawan Bencana.co.id melalui pesan WhatsApp. Jum’at 21/8/206.
“Izin bapak.. bukan saya penanggung jawab nya. Untuk jumlah siswa dan kapan operasional saya tidak paham pak. Itu milik saudara saya, ” tulisnya.
Dapur MBG tersebut hingga Jumat 21/8/2026 terpantau belum beroperasi. Berdasarkan informasi warga, dapur tersebut rencananya akan mulai beroperasi dalam waktu dekat pada tahun 2026 ini.
Pantauan di lokasi, bangunan dapur MBG berupa gedung 2 lantai berwarna biru-putih dengan spanduk “Satuan Pemenuhan Gizi Wilayah Kecamatan Silangkitang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan”. Warga menyebut jarak antara bangunan dapur dengan kandang kambing hanya beberapa meter.
Kondisi itu memicu kekhawatiran warga terkait higienitas makanan yang akan disajikan kepada siswa.
“Higienisnya gimana bang, kalau dekat kandang kambing,” ujar salah seorang warga yang identitasnya minta dirahasiakan.
IS juga memberikan penjelasan terkait kronologi lokasi. “Dan pembangunan MBG duluan baru ada ternak di belakang, Sudah ada upaya mediasi pak. Rencana di kantor desa tetapi pemilik ternak tidak mau ketemu, Itu yang saya tahu izin bapak.
Tidak pak. Yang saya ketahui Mereka ada kordinasi terkait itu dengan petugas kecamatan atau apa saya kurang paham. Berulang kali dan saya juga mendengar bahwa tempat ternak ditukar ke lokasi desa yang sama dengan ukuran yang lebih luas tetapi pemilik ternak tidak mau pak,” pungkasnya.
Sebelumnya, nama IS disebut warga sebagai penanggung jawab operasional MBG di lokasi tersebut. Sementara itu, pemilik dapur MBG diketahui seorang Dokter Ahli Gizi berinisial D, warga Kabupaten Labuhanbatu Utara. Upaya konfirmasi kepada Dokter D segera dilakukan.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak Dinkes dan Satgas MBG Labusel belum memberikan keterangan resmi terkait kelayakan lokasi bangunan MBG tersebut.
Program MBG sendiri bertujuan untuk meningkatkan gizi anak sekolah. Namun, pemilihan lokasi yang kurang tepat dikhawatirkan justru menimbulkan masalah baru sebelum dapur beroperasi.
Pemerintah daerah dan pihak pengelola MBG diharapkan segera mengevaluasi lokasi tersebut agar program berjalan sesuai tujuan: memberikan makanan bergizi yang aman dan sehat bagi siswa. (IP/09).