Labura, Bencana.co.id – Aliansi Mahasiswa Masyarakat Brangir (AMMBER) memastikan diri siap menggelar aksi unjuk rasa di depan PTPN IV Kebun Brangir Regional II. pada Kamis, 30 Juli 2026.
Hal itu ditegaskan Ketua AMMBER, Paris Harahap, S.H., M.H saat dikonfirmasi, Rabu, (29/7/2026) atau H-1 jelang aksi.
” Kami sudah siap. Segala persiapan teknis, logistik, dan koordinasi dengan aparat sudah kami lakukan. Besok kami akan turun dengan tertib dan damai,” tegas Paris.
Menurut Paris, aksi ini dilakukan sebagai bentuk desakan agar manajemen PTPN IV Kebun Brangir dan PKS Brangir segera memberikan jawaban tertulis terkait dugaan panen buah mentah di Afdeling 2 dan 3, serta keterbukaan publik.
” Kami bukan anti perusahaan. Justru karena ini BUMN, kami wajib mengawal. Uang negara ada di dalamnya. Kalau tidak ada yang ditutup-tutupi, kenapa takut transparan?” ujarnya.
Paris juga mengimbau seluruh massa aksi untuk menjaga ketertiban dan tidak terpancing provokasi.
” Kami sudah dapat dukungan dari pakar hukum Labuhanbatu Raya Dr, Zainal Abidin Pakpahan, S,H.,M,H bahwa ini adalah hak konstitusional. Jadi aksi kita harus jadi contoh aksi damai yang elegan,” tambahnya.
Hingga H-1, AMMBER mengaku belum menerima jawaban resmi dari pihak Kebun dan PKS terkait tuntutan yang dilayangkan.
” Kalau besok ada itikad baik untuk dialog terbuka, kami siap. Tapi aksi tetap jalan,” pungkasnya.
Sebelumnya, ajakan pertemuan tertutup dari pihak Humas Kebun juga telah ditolak AMMBER. AMMBER meminta semua komunikasi dilakukan secara resmi dan terbuka. (Tim-redaksi)