banner 320x100 banner 150x135 banner 150x135 banner 150x135 banner 150x135

Potret Toleransi di Singkawang: Ragam Suku Ikut Membaur dalam Display Karnaval Budaya Gawe Dayak Naik Dango XXVI

SINGKAWANG, Bencana.co.id — Kota Singkawang kembali bersolek dengan warna-warni tradisi lewat gelaran Karnaval dan Display Budaya dalam rangka Gawai Dayak Naik Dango XXVI, Kamis (28/5/2026). Ribuan warga memadati jalur utama kota untuk menyaksikan parade tahunan yang menjadi simbol harmoni dan kreativitas lokal tersebut.

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, bersama Wakil Wali Kota Muhammadin, resmi melepas rombongan peserta di Tugu Sang Panglima pada pukul 14.00 WIB. Sebanyak 1.375 pejalan kaki berbaju adat, 13 mobil hias, serta puluhan kendaraan pengiring bergerak melintasi rute strategis:
• ​Start: Tugu Sang Panglima – Jl. Kridasana.
• ​Lintasan: Jl. GM Situt, Jl. Kesuma Wardani, Jl. Sejahtera, Jl. Niaga, Jl. Diponegoro, Jl. Gusti • Sulung Lelaang.
​Finish: Jl. Pelita.

Dalam sambutannya, Wali Kota Tjhai Chui Mie memberikan apresiasi khusus terhadap keterlibatan generasi muda. Menurutnya, inovasi dalam desain pakaian adat yang memadukan unsur tradisional dan modern menunjukkan bahwa budaya Dayak terus berkembang mengikuti zaman.

banner 500x350

​”Ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah ruang ekspresi di mana generasi muda membuktikan kapasitas mereka dalam melestarikan warisan nenek moyang agar tetap relevan,” tegas Tjhai Chui Mie.

​Selain sebagai ajang budaya, karnaval ini menjadi bukti nyata predikat Singkawang sebagai kota toleran. Hal ini terlihat dari partisipasi aktif berbagai paguyuban suku Nusantara yang ikut memeriahkan barisan parade.

​Dampak dari tingginya antusiasme pengunjung pun dirasakan langsung oleh sektor ekonomi:
• ​Pariwisata: Lonjakan wisatawan domestik dan mancanegara.
• ​Ekonomi Lokal: Peningkatan pendapatan pelaku UMKM dan sektor jasa selama perayaan berlangsung.

​Pemerintah Kota berharap semangat kebersamaan ini terus terjaga, menjadikan budaya sebagai motor penggerak kesejahteraan masyarakat sekaligus perekat persatuan lintas etnis.

Johannes Sitorus

Anda mungkin juga menyukai :