banner 320x100 banner 150x135 banner 150x135 banner 150x135 banner 150x135

Diduga Backing Kuat, Praktik Mafia Minyak Subsidi ‘Marak’ di Wilkum Polsek Bilah Hilir, Inisial R dan H Menjadi Dalang Utama!

Labuhanbatu, Bencana.co.id – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak bersubsidi jenis pertalite dan solar yang terjadi belakangan ini diduga diperparah oleh praktik penimbunan dan pengeceran ilegal. Di wilayah hukum Polsek Bilah Hilir, Polres Labuhanbatu, praktik tersebut disebut masih marak beroperasi dengan bebas.

Dua warga berinisial R dan H asal Kecamatan Bilah Hilir disebut-sebut menjadi dalang utama di balik jaringan mafia BBM subsidi tersebut. Nama keduanya bukan nama baru di pemberitaan media massa. Namun ironisnya, aktivitas keduanya disebut di sejumlah SPBU masih berjalan seperti biasa tanpa ada hambatan berarti.

Kondisi ini memicu keresahan masyarakat, terutama para pengguna kendaraan roda dua dan roda empat. Masyarakat sangat bergantung pada BBM subsidi untuk aktivitas sehari-hari. Antrian panjang di SPBU menjadi pemandangan rutin, sementara harga di pengecer liar melambung jauh di atas Harga Eceran Tertinggi yang ditetapkan pemerintah.

Menurut pengakuan sumber berinisial J yang berdomisili di Bilah Hilir, R dan H memiliki peran sentral dalam mendistribusikan BBM subsidi ke para pengecer kecil.

banner 500x350

“Ke 2 nama tersebut sudah cukup terkenal di Wilayah Bilah Hilir ini. Mereka lah yang suplai ke pembeli, selain pertalite mereka kadang jual solar juga. Mainnya di beberapa SPBU jam-jam tertentu. ungkap J kepada Wartawan, Sabtu 6/6/2026.

Tambah J, Modus yang digunakan juga beragam. Mulai dari menggunakan jerigen, memodifikasi tangki kendaraan, hingga memanfaatkan barcode MyPertamina milik orang lain untuk membeli dalam jumlah besar.

“ Dampak dari praktik mafia BBM ini langsung dirasakan masyarakat kecil. Seorang warga yang enggan disebut namanya mengaku harus mengantri sejak subuh namun sering pulang dengan tangan kosong.

BBM subsidi itu kan untuk rakyat kecil, bukan untuk mafia, jadi kami yang susah. Untuk harga di pengecer kadang bisa 2x lipat dari HET,” katanya.

Menanggapi hal ini, Kapolsek Bilah Hilir Polres Labuhanbatu AKP Armen Faisal saat dikonfirmasi wartawan Bencana.co.id via telepon seluler pada Sabtu 6/6/2026 mengatakan.

“Setau abang tidak ada bermain, Namun walaupun begitu abang akan perintahkan Kanit Reskrim untuk cek, terima kasih informasinya,” ucapnya.

Pernyataan Kapolsek ini menjadi angin harapan bagi masyarakat. Publik akan tetap menunggu tindak lanjut nyata berupa operasi dan penindakan tegas di lapangan. (Paris Harahap, S,H)

Anda mungkin juga menyukai :