Labuhanbatu, Bencana.co.id – Kepala Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Labuhanbatu, Aris Tua Siregar, enggan berkomentar terkait kondisi Jalan Dano Bale A, Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu yang rusak parah. Padahal wartawan sudah berulang kali mengonfirmasi melalui WhatsApp dan telepon.
Hingga berita ini diturunkan, pesan yang dikirim masih berstatus centang dua biru tanpa balasan. Upaya konfirmasi untuk hak jawab pejabat pun diabaikan. Sikap bungkam itu kontras dengan keluhan warga yang makin hari makin deras.
Padahal status jalan tersebut adalah jalan Kabupaten. Seharusnya menjadi tanggung jawab penuh Pemkab Labuhanbatu melalui Dinas PUPR. Faktanya, kondisi di lapangan memprihatinkan. lubang menganga sekitar 100 cm dan tergenang air saat hujan. Jalan yang setiap hari dilintasi anak sekolah dan truk sawit, warga menilai itu berubah jadi jebakan maut.
Warga Dano Bale A menuntut janji pembangunan Pemkab Labuhanbatu segera ditepati. Mereka merasa dikhianati janji-janji perbaikan yang tak kunjung datang.
Kamal, warga setempat, dengan nada kecewa berkata, “Kami udah dengar janji mau diperbaiki sejak tahun lalu bang. Tapi sampai sekarang nihil. Anak sekolah, semua lewat sini. Kalau hujan, lubangnya nggak kelihatan. Motor sering jatuh. Kami minta Bupati Labuhanbatu dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG, MKM. Tepati janji,” ujarnya, minggu 21/6/2026.
Kami bayar pajak, kami pilih pemimpin, tapi kenapa pelayanan nol? Kami menuntut janji pembangunan Pemkab Labuhanbatu. Slogan “Labuhanbatu Bersinar” yang digaungkan Pemkab terasa seperti tamparan bagi warga Dano Bale A. Jalan mereka hancur, dan suara mereka seperti tak didengar.
Warga berharap Bupati Labuhanbatu mengevaluasi kinerja Kepala Dinas PUPR. Jangan sampai ada korban jiwa dulu baru ada aksi. Mereka butuh bukti, bukan janji.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Labuhanbatu, Aris Tua Siregar, masih bungkam dan belum bersedia memberikan keterangan resmi.
Menanggapi hal ini, Reza Damanik Plt Lurah Dano Bale A Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu mengatakan.
“ Jalan ini sudah dibahas di Musrenbang sejak era lurah sebelumnya. Tapi mungkin karena efisiensi anggaran, hasilnya ya seperti ini sekarang,” ujar Reza saat dikonfirmasi via telepon, Minggu 21/6/2026. (Paris Harahap,S,H)