SINGKAWANG, Bencana.co.id – Pembangunan Sekolah Rakyat di Kelurahan Sagatani, Kecamatan Singkawang Selatan, terus dipacu sebagai bagian dari komitmen peningkatan kualitas pendidikan dan pemerataan akses belajar bagi masyarakat. Proyek yang dikerjakan oleh konsorsium PT Wijaya Karya (WIKA) bersama PT Wijaya Karya Bangunan Gedung (WEGE) ini tidak hanya menitikberatkan pada percepatan pembangunan fisik, tetapi juga penguatan kesiapan sosial masyarakat setempat.
Melalui kegiatan sosialisasi ulang yang digelar Rabu (29/4/2026),
berbagai elemen masyarakat dilibatkan secara aktif, mulai dari tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, Ketua RT, hingga aparat keamanan. Kegiatan ini menjadi wadah komunikasi terbuka antara pelaksana proyek dan warga guna memastikan proses pembangunan berjalan transparan, inklusif, dan minim potensi konflik sosial.
Dalam forum tersebut, pihak pelaksana memaparkan perkembangan proyek, tahapan pekerjaan yang tengah berlangsung, serta strategi percepatan yang akan dilakukan ke depan. Warga juga diberikan ruang untuk menyampaikan pendapat, pertanyaan, serta kekhawatiran terkait dampak pembangunan di lingkungan mereka.
Lurah Sagatani, Muhammad Naziri, S.IP, menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat harus dipandang sebagai momentum perubahan yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat.
“Ini bukan sekadar pembangunan gedung sekolah. Ini adalah bagian dari upaya besar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Sagatani. Karena itu, kami mendukung penuh, sekaligus mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap prosesnya,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya kesiapan masyarakat dalam menyambut kehadiran Sekolah Rakyat, baik dari sisi mental, sosial, maupun budaya pendidikan di lingkungan keluarga.
“Kita ingin masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga siap memanfaatkan peluang ini secara maksimal. Kesiapan itu dimulai dari keluarga—bagaimana orang tua membangun kebiasaan belajar, menanamkan disiplin, dan mendukung perkembangan anak,” jelasnya.
Menurut Naziri, keberhasilan Sekolah Rakyat tidak hanya ditentukan oleh kualitas bangunan atau fasilitas, tetapi juga oleh kesiapan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pendidikan.
“Kalau masyarakat siap, maka dampaknya akan luar biasa. Kita bisa melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan siap bersaing,” tambahnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa kehadiran Sekolah Rakyat berpotensi membawa perubahan sosial dan ekonomi di wilayah Sagatani. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan mampu beradaptasi serta menjaga suasana yang aman dan kondusif.
“Kita harus menjaga lingkungan ini tetap tertib, aman, dan terbuka terhadap perubahan. Karena pembangunan ini akan membawa dinamika baru dalam kehidupan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, tokoh masyarakat setempat, Sudomo, menyoroti pentingnya peran aktif warga dalam mengawal jalannya pembangunan. Ia menegaskan bahwa pengawasan publik merupakan bagian penting untuk memastikan proyek berjalan sesuai rencana.
“Masyarakat harus ikut terlibat, termasuk dalam pengawasan. Ini bukan soal mencari kesalahan, tetapi memastikan bahwa pembangunan berjalan dengan baik, transparan, dan sesuai harapan bersama,” ungkapnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkontribusi sesuai peran masing-masing, guna mendukung keberhasilan pembangunan Sekolah Rakyat di Sagatani.
“Semua punya peran—tokoh masyarakat, pemuda, bahkan keluarga. Kalau kita bergerak bersama, hasilnya juga akan kita rasakan bersama,” tegasnya.
Dengan mengedepankan pendekatan kolaboratif antara pemerintah, pelaksana proyek, dan masyarakat,
pembangunan Sekolah Rakyat di Sagatani diharapkan dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu. Lebih dari itu, keberadaan sekolah ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam mencetak generasi unggul yang mampu mendorong kemajuan Singkawang dan wilayah Kalimantan Barat secara berkelanjutan.
SUMBER CK