banner 336x280

Copot Manajer PKS PTPN IV Ajamu, Terkesan Diam Tak Berkutik Saat di Konfirmasi, Terkait Dugaan Pencurian Minyak Kotor

Oplus_0

Labuhanbatu, Bencana.co.id – Bungkamnya manajer pabrik kelapa sawit (PKS) PTPN IV Ajamu membuat sejumlah warga Kecamatan Panai Hulu Kabupaten Labuhanbatu semakin geram.

banner 500x350

Hingga kini, Mulai dari dugaan pencurian minyak kotor (Miko), pencurian buah kelapa sawit oleh oknum security dan sejumlah security menggunakan narkoba, Manajer pabrik kelapa sawit (PKS) PTPN IV Ajamu diam tanpa kata ketika di konfirmasi awak media melalui pesan what’s app. Jum’at (11/7/2025).

” Saya menilai, Manajer pabrik kelapa sawit (PKS) tidak mampu tangani dugaan berbagai permasalahan yang terjadi di pabrik kelapa sawit (PKS) PTPN IV Ajamu,” ucap Inisial NR Warga Kecamatan Panai Hulu Kabupaten Labuhanbatu.

Tak hanya itu, NR juga menduga ada keterlibatan Manajer pabrik kelapa sawit (PKS) PTPN IV Ajamu dalam praktik ilegal pencurian minyak kotor (Miko).

” Ini tidak bisa di biarkan, Sebab ini merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Itu artinya. Tindak tegas para oknum mafia yang merugikan Negara,
Sejumlah oknum diduga memanfaatkan keadaan ini untuk kepentingan pribadi.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah Manajer pabrik kepala sawit (PKS) PTPN IV Ajamu inisial RJG, Ia diduga terlibat dalam aktivitas ilegal tersebut,” pungkas NR.

Terpisah, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Kabupaten Labuhanbatu Kirman Dewantara angkat bicara. Jum’at (11/7/2025) mengatakan.

” Saya meminta, Agar Kapolres Labuhanbatu AKBP Choky Sentosa Meliala, S,IK.M,H segera memerintahkan Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu AKP Teuku Rivanda, S,I,K. M,H dan Kapolsek Panai Tengah AKP Basyaruddin Siregar untuk melakukan penyelidikan terkait dugaan pencurian minyak kotor (Miko) dan lakukan tes urine terhadap sejumlah security yang diduga gunakan narkoba jenis sabu.

” Secara tegas saya menyampaikan kekecewaan. Saya menilai apa yang terjadi bertentangan dengan semangat Presiden RI Prabowo Subianto dalam menata ulang tata kelola sumber daya alam untuk kesejahteraan rakyat.

Negara hadir untuk rakyat, Tapi ini justru terlihat makin kacau. Aset Negara jangan menjadi ladang baru untuk praktik ilegal oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab,” Tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Labuhanbatu AKBP Choky Sentosa Meliala, S,I,K.M,H ketika di konfirmasi awak media belum menjawab.

Sedangkan, Manajer pabrik kelapa sawit (PKS) PTPN IV Ajamu Robet Junaidi Ginting ketika di konfirmasi terkesan bungkam. (Paris Harahap, S,H)

Anda mungkin juga menyukai :