Labuhanbatu, Bencana.co.id – Dusun Mualmas, Desa Kampung Dalam, Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, kembali jadi sorotan.
Sejumlah warga mengeluhkan keresahan akibat dugaan maraknya peredaran narkotika jenis sabu yang meresahkan lingkungan mereka, warga menyebut inisial NAPI menjadi bandar.
Pasalnya, hingga kini. Aktivitas tersebut berdampak buruk bagi generasi muda dan keamanan kampung. Mereka kompak meminta Polres Labuhanbatu segera turun tangan.
“Kami sudah resah bang. Siang malam kami was-was. Tolong Kapolres Labuhabatu, bersihkan Mualmas dari narkoba. Anak-anak kami masa depannya taruhannya,” ujar salah seorang ibu rumah tangga warga Mualmas, dengan identitas minta dirahasiakan kepada Wartawan, sabtu 13/6/2026.
Keluhan serupa juga disampaikan tokoh pemuda setempat. Ia berharap ada patroli rutin dan tindakan tegas dari Satnarkoba Polres Labuhanbatu.
“Narkoba ini musuh kita bersama bang. Kalau dibiarkan, habis generasi penerus kita. Kami pemuda Mualmas siap bantu, asal polisi yang pimpin,” katanya.
Seorang warga lainnya yang bekerja sebagai pedagang menambahkan, maraknya peredaran barang haram itu membuat suasana kampung jadi tidak nyaman. Ia mendesak aparat bertindak cepat menangkan NAPI sebelum masalah melebar.
“Jualan jadi sepi bang, orang takut lewat malam-malam. Kami cuma minta keadilan dan rasa aman. Polres pasti bisa,” ujarnya penuh harap.
Menanggapi laporan masyarakat, warga berharap penegakan hukum dilakukan secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu. Kehadiran polisi di tengah masyarakat diyakini akan mengembalikan rasa aman.
Hingga berita ini diturunkan, konfirmasi kepada Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya, S.I.K.,M.Si., masih diupayakan untuk mendapatkan keterangan resmi terkait laporan warga Mualmas Rantau Selatan tersebut.
Sebelumnya, Kapolres Labuhanbatu telah berulang kali menegaskan komitmen memberantas narkoba di wilayah hukumnya. Masyarakat juga diimbau aktif melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan. (Paris Harahap,S,H)